Sony dan TCL Jalin Kemitraan Baru untuk Menjamin Masa Depan TV Bravia

16
Sony dan TCL Jalin Kemitraan Baru untuk Menjamin Masa Depan TV Bravia

Sony, nama yang identik dengan teknologi televisi kelas atas, telah menjalin usaha patungan dengan TCL untuk memproduksi TV Bravia dan produk audio rumahannya. Langkah ini, meskipun mengejutkan bagi beberapa penggemar lamanya, merupakan langkah logis di pasar di mana Sony telah lama mengandalkan manufaktur eksternal untuk komponen inti. Selama beberapa dekade, Sony telah menjadi pemimpin dalam pemrosesan gambar, namun belum tentu dalam produksi panel; ketergantungan perusahaan pada produsen eksternal untuk panel LCD dan OLED dimulai pada awal tahun 2000-an dengan usaha patungan S-LCD dengan Samsung.

Pergeseran di Bidang Manufaktur

Kemitraan baru ini membuat TCL mengambil alih 51% saham pengendali di usaha patungan tersebut, yang berarti pabrikan Tiongkok akan sangat menentukan keputusan produksi. Meskipun hal ini mungkin menimbulkan kekhawatiran di kalangan loyalis, kenyataannya Sony belum memproduksi televisi secara independen selama bertahun-tahun. TCL, sebaliknya, memiliki fasilitas manufaktur panel dan jaringan distribusi, menjadikannya mitra yang efisien dan hemat biaya. Kolaborasi ini mencerminkan tren industri di masa lalu, di mana merek seperti Sharp, Pioneer, dan Toshiba keluar dari pasar Amerika, melisensikan nama mereka ke produsen yang lebih murah.

Konteks Sejarah

Dominasi Sony di pasar televisi telah berkembang sejak zaman Trinitron CRT TV pada tahun 1980an dan 1990an. Meskipun Sony mempertahankan identitas merek yang kuat melalui pemrosesan gambarnya yang unggul, peralihan ke teknologi LCD memaksanya bergantung pada pemasok panel eksternal. Kuatnya yen Jepang juga membuat persaingan di pasar TV global menjadi tantangan bagi produsen Jepang. Kemitraan ini bukanlah sebuah peristiwa yang berdiri sendiri namun merupakan bagian dari tren yang lebih luas dalam upaya merek beradaptasi dengan realitas pasar.

Pandangan Masa Depan

Meskipun terjadi pergeseran kendali manufaktur, Sony akan tetap mempertahankan pengawasan desain dan produksi, memastikan bahwa produk khasnya tetap berkualitas tinggi. Kemampuan TCL, termasuk pengembangan terbaru TV dengan lampu latar RGB, kemungkinan akan memengaruhi model Sony Bravia di masa depan. Usaha patungan ini, yang diproyeksikan akan beroperasi penuh pada tahun 2027, akan memungkinkan Sony mempertahankan prestise mereknya sekaligus memanfaatkan efisiensi produksi TCL.

Kolaborasi ini bukanlah “kematian” Sony, melainkan sebuah langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan relevansinya di pasar yang kompetitif. Perusahaan akan terus memanfaatkan pengenalan merek dan keahlian teknologinya sambil menyederhanakan produksi melalui mitra yang sudah mapan.

Kemitraan ini memastikan kehadiran Sony yang bertahan lama di pasar televisi selama bertahun-tahun yang akan datang. Sama seperti “Boomer” yang sudah lama menyukai Sony, generasi mendatang mungkin akan melanjutkan tren tersebut, bahkan jika panelnya diproduksi di tempat lain.