Dua dekade setelah debutnya, fenomena reality televisi America’s Next Top Model menghadapi pengawasan baru. Film dokumenter baru, Pemeriksaan Realitas: Model Top Inside America Berikutnya, meninjau kembali momen-momen paling kontroversial dari acara tersebut, mendorong penciptanya, Tyra Banks, dan mantan kontestan untuk menghadapi warisan program tersebut. Diskusi ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana kita harus mengevaluasi hiburan yang diciptakan dalam momen budaya yang berbeda, dan akuntabilitas apa yang harus kita harapkan dari mereka yang membentuknya?
Pengaruh Pertunjukan dan Pergeseran Standar
Model Top Amerika Berikutnya muncul pada awal tahun 2000-an, periode ketika reality TV memperkuat dominasi budayanya. Pertunjukan tersebut, dengan eliminasi yang dramatis dan tantangan yang sering kali bersifat eksploitatif, menjadi cetak biru bagi banyak peniru. Namun, dalam konteks media yang semakin sadar akan masalah etika dan representasi, banyak aspek dari acara tersebut belum berjalan dengan baik.
Penilaian dokumenter terhadap serial ini terjadi pada saat penonton mengevaluasi kembali hiburan masa lalu melalui lensa yang lebih kritis. Pertanyaannya bukan hanya apakah acara tersebut bermasalah menurut standar saat ini, namun bagaimana hal tersebut berkontribusi terhadap norma-norma berbahaya yang masih bertahan hingga saat ini. Seperti yang dijelaskan oleh penulis budaya Scaachi Koul, “Kami berada dalam fase di mana kami memikirkan kembali semua hal tersebut… Semua hal yang kami tonton, semuanya dipandu oleh reality show dari tahun 2000 hingga 2010.”
Sisi Gelap Persaingan: Kisah Shandi
Salah satu pengungkapan paling meresahkan dalam film dokumenter ini berpusat pada model Shandi, yang hubungan mabuknya di Milan menjadi sensasional di depan kamera. Acara tersebut membingkai tindakannya sebagai pengkhianatan, mengeksploitasi rasa malunya untuk efek dramatis. Saat ini, pemandangan ini sedang dikaji ulang melalui kacamata persetujuan dan eksploitasi.
Koul menunjukkan bahwa Shandi, yang sekarang sudah dewasa, dapat secara retrospektif mengenali situasi tersebut sebagai situasi yang tidak disepakati. Film dokumenter ini menyoroti bagaimana isu-isu sistemik membiarkan perilaku semacam ini dibiarkan begitu saja. Pertunjukan tersebut membutuhkan banyak orang untuk menyetujui alur ceritanya, sehingga memperlihatkan kegagalan tanggung jawab yang lebih luas.
Tekanan untuk Menyesuaikan Diri: Celah Gigi Dani
Isu penting lainnya yang dieksplorasi dalam film dokumenter ini adalah tekanan yang diberikan pada perempuan muda untuk mengikuti standar kecantikan yang tidak realistis. Model Dani ditekan untuk menutup celah di gigi depannya, yang mencerminkan upaya industri yang tiada henti untuk mencapai kesempurnaan. Tyra Banks mengakui praktik ini, dengan menyatakan bahwa ciri-ciri fisik tertentu tidak sesuai dengan kampanye mode kelas atas.
Dinamika ini menggarisbawahi ketegangan mendasar: acara tersebut secara bersamaan mengungkap kenyataan pahit dalam industri ini sekaligus secara aktif mengabadikannya. Banks sendiri mengakui, “Saya percaya padanya dan saya masih percaya padanya ketika dia berkata, Anda perlu menurunkan berat badan karena Anda tidak akan mendapatkan kampanye gadis sampul jika Anda lebih besar.” Inti dari pertunjukan tersebut, menurut Koul, adalah “ketegangan antara siapa Anda sebenarnya dan Anda seharusnya menjadi siapa.”
Akuntabilitas dan Ilusi Kemajuan
Film dokumenter ini pada akhirnya menyisakan pertanyaan: siapa yang bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan oleh pertunjukan tersebut? Banyak yang berharap Tyra Banks mengambil tanggung jawab, namun Koul berpendapat bahwa kesalahan terletak pada konstelasi individu yang memungkinkan terjadinya lingkungan yang eksploitatif. Banks sendiri tampak tidak menyesal, memberikan pembenaran yang meremehkan seperti, “Ya, itulah saatnya.”
Koul menyimpulkan bahwa hanya sedikit yang mengalami kemajuan sejak acara tersebut ditayangkan. Perilaku berbahaya masih merembes ke masyarakat, mulai dari para pemimpin politik yang mengunggah konten rasis hingga tekanan yang terus-menerus terhadap perempuan untuk mematuhi standar yang tidak realistis. Film dokumenter ini berfungsi sebagai pengingat bahwa retrospektif berharga tidak hanya untuk memahami masa lalu, namun juga untuk mengubah pandangan Overton dan menciptakan masa depan yang lebih etis.





























