Judul Zelda -universe terbaru Nintendo, Hyrule Warriors: Age of Imprisonment, berfungsi sebagai pameran teknis yang mengesankan untuk konsol Switch 2 baru. Terlepas dari nilai produksi yang kuat dan cerita yang menarik, gameplay hack-and-slash yang berulang-ulang menyoroti perlunya pengalaman Zelda generasi mendatang yang lengkap di platform.
Grafik dan Perendaman
Grafik game yang ditingkatkan adalah demonstrasi nyata dari kemampuan Switch 2. Age of Imprisonment terasa otentik Zelda, dengan karakter yang dapat dikenali dan cerita yang berfungsi sebagai prekuel dari Tears of the Kingdom. Animasi halus dan pertarungan skala besar dengan ratusan musuh berjalan tanpa perlambatan yang nyata, membuktikan perangkat keras baru Nintendo dapat menangani judul-judul yang menuntut visual.
Game ini juga menggabungkan elemen dari Tears of the Kingdom, termasuk bagian di kedalaman dan langit, yang mencerminkan eksplorasi tiga level yang membuat judul sebelumnya begitu mendalam. Namun, Age of Imprisonment mempertahankan alur gameplay inti seri ini yang terdiri dari pertarungan berbasis misi, dibandingkan dengan struktur dunia terbuka yang diharapkan penggemar dari game utama Zelda.
Permainan Berulang
Pertarungan game ini adalah kelemahan utamanya. Pemain menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menekan tombol melalui gelombang musuh yang tak ada habisnya, yang dengan cepat menjadi monoton. Meskipun daftar karakter Hyrule yang dapat dibuka menambah variasi, gameplay inti tetap dangkal secara strategis.
Hal ini belum tentu menjadi masalah bagi penggemar Hyrule Warriors yang sudah ada, yang mungkin akan menghargai formula yang sudah dikenal ini. Namun bagi mereka yang mengharapkan pengalaman yang lebih inovatif, Age of Imprisonment gagal mewujudkannya. Game ini lebih terasa seperti demo teknologi daripada judul yang direalisasikan sepenuhnya.
Kesuksesan Campuran
Sebagai game eksklusif Switch 2 awal, Hyrule Warriors: Age of Imprisonment meraih kesuksesan parsial. Hal ini membuktikan bahwa konsol baru Nintendo dapat menangani game-game yang mengesankan secara visual, tetapi tidak sepenuhnya memanfaatkan potensi judul Zelda generasi berikutnya yang sebenarnya. Game ini mengungguli judul peluncuran lainnya seperti Donkey Kong Bananza dan Mario Kart World.
Pada akhirnya, Age of Imprisonment membuat pemain menginginkan lebih. Ini mengisyaratkan kemungkinan game Zelda di masa depan di Switch 2, tetapi tidak memuaskan keinginan untuk eksplorasi, teka-teki, dan rasa ingin tahu yang mendefinisikan seri ini. Game ini mendemonstrasikan seperti apa Zelda generasi mendatang yang sesungguhnya, namun Nintendo belum menghadirkannya.





























