Platform AI legal terkemuka Harvey telah mengakuisisi Hexus, sebuah startup yang berspesialisasi dalam pengembangan alat AI perusahaan, seiring dengan semakin ketatnya persaingan dalam lanskap teknologi hukum yang berkembang pesat. Langkah ini menandakan ambisi Harvey untuk memperluas kemampuannya dan mempertahankan posisi terdepan di pasar.
Memperluas Kemampuan Melalui Akuisisi
Hexus, yang didirikan oleh mantan pemimpin teknik dari Walmart, Oracle, dan Google (Sakshi Pratap), memiliki keahlian yang signifikan dalam membangun alat yang didukung AI untuk kasus penggunaan perusahaan. Pratap, yang kini memimpin tim teknik di Harvey, akan fokus pada percepatan penawaran platform khususnya untuk departemen hukum internal. Akuisisi ini juga mencakup tim teknik Hexus, dengan rencana untuk mengintegrasikan mereka ke kantor Harvey baru di Bangalore.
Pertumbuhan dan Pendanaan Pesat
Harvey telah mengalami pertumbuhan pesat, mencapai valuasi $8 miliar setelah putaran pendanaan $160 juta baru-baru ini yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz. Perusahaan telah mendapatkan pendanaan $760 juta sejak tahun 2025, mendapat dukungan dari investor besar seperti T. Rowe Price, WndrCo, Sequoia Capital, dan Kleiner Perkins.
Dominasi Pasar dan Kisah Asal
Harvey saat ini melayani lebih dari 1.000 klien di 60 negara, termasuk mayoritas dari 10 firma hukum terkemuka di AS. Asal usul perusahaan ini dapat ditelusuri kembali ke sebuah eksperimen penting di mana respons hukum yang dihasilkan oleh AI tidak dapat dibedakan dari jawaban yang dibuat oleh manusia, sehingga hal ini menegaskan potensi gangguan AI di bidang hukum. Pendiri bersama Winston Weinberg dan Gabe Pereyra, yang awalnya menguji GPT-3 berdasarkan pertanyaan hukum yang sebenarnya, mendapatkan dukungan awal dari Startup Fund OpenAI setelah melakukan penawaran langsung ke CEO Sam Altman.
Akuisisi ini menggarisbawahi konsolidasi yang sedang berlangsung dalam bidang AI legal, seiring dengan upaya perusahaan-perusahaan untuk mengintegrasikan teknologi mutakhir dan merebut pangsa pasar. Ekspansi agresif Harvey menyoroti semakin besarnya keyakinan bahwa AI akan mengubah operasi hukum dan layanan klien secara mendasar.
