Yunani Menerapkan Larangan Ketat Alkohol dan Tembakau Dengan Alat Digital Baru

13

Yunani menerapkan serangkaian langkah digital untuk menegakkan undang-undang yang membatasi penjualan alkohol dan tembakau kepada anak di bawah umur. Langkah ini dilakukan setelah undang-undang disahkan Juli lalu, yang menjatuhkan hukuman berat terhadap bisnis dan individu yang melanggar larangan penjualan di bawah umur. Pemerintah mengatakan ini adalah langkah proaktif untuk melindungi generasi muda dan memastikan kepatuhan terhadap hukum.

Peraturan dan Hukuman Baru

Pemerintah Yunani memperkenalkan tiga alat digital baru pada hari Senin yang dirancang untuk membuat penegakan hukum menjadi lebih efektif. Perusahaan-perusahaan kini menghadapi denda mulai dari €500 hingga €10.000 karena menjual alkohol atau tembakau kepada anak di bawah umur, dengan kemungkinan pencabutan izin sementara atau permanen jika melakukan pelanggaran berulang. Individu yang melanggar hukum berisiko dikenakan denda dan hingga tiga tahun penjara jika mereka menjual kepada anak di bawah umur, mengeksploitasi anak-anak dalam penjualan, menggunakan mesin penjual minuman beralkohol, atau mengizinkan anak di bawah umur berada di bar. Pembatasan iklan pada produk tembakau juga dikenakan denda sebesar €500 hingga €10.000.

Alat Penegakan Digital

Alat digital baru ini mencakup pendaftaran online untuk bisnis yang menyelenggarakan acara dengan anak di bawah umur, yang mengharuskan mereka melakukan praregistrasi dengan detail seperti tanggal dan jenis acara (misalnya, pesta prom, wisuda). Pendaftaran kedua akan mengharuskan semua pengecer tembakau dan alkohol untuk menyatakan jenis produk yang mereka jual, sehingga menciptakan peta nasional bagi para pengawas.

Alat ketiga adalah sistem verifikasi usia yang diadaptasi dari aplikasi KidsWallet, yang dirancang untuk toko fisik dan platform e-commerce. Di toko, sistem akan memverifikasi usia pelanggan menggunakan teknologi aman. Secara online, kode QR di situs web penjual akan memungkinkan pembeli memindai dan memverifikasi usia mereka melalui ponsel.

Alasan Pemerintah

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis menyatakan bahwa Yunani mengambil peran utama di Eropa dengan menggunakan verifikasi digital untuk pembatasan usia. Ia juga berpendapat bahwa teknologi yang sama dapat berguna dalam mengatur akses anak di bawah umur terhadap media sosial, dan mengisyaratkan penerapan yang lebih luas di luar alkohol dan tembakau.

“Teknologi kini memungkinkan kami melakukan verifikasi ini dengan sangat mudah,” kata Mitsotakis. “Saya ingin menekankan bahwa Yunani berada di garis depan di Eropa dalam hal verifikasi digital usia warga negara Yunani.”

Pendekatan agresif pemerintah dalam menegakkan larangan ini menandakan komitmen terhadap kesehatan masyarakat dan pengendalian peraturan, namun hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai privasi data dan sejauh mana pengawasan digital akan digunakan dalam bidang peraturan sosial lainnya.