Alternatif TikTok: 9 Platform untuk Video Berbentuk Pendek pada tahun 2025

13

Masa depan video berdurasi pendek semakin beragam. Ketika TikTok menghadapi pengawasan dan kemungkinan larangan di berbagai negara, pengguna secara aktif mencari alternatif lain. Meskipun Meta Instagram dan Facebook Reels tetap dominan, gelombang platform baru – banyak yang dibangun dengan teknologi terdesentralisasi – berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian. Pergeseran ini bukan hanya tentang keluar dari satu aplikasi; ini tentang kontrol data, transparansi algoritmik, dan pemberdayaan pencipta.

Bangkitnya Video Terdesentralisasi: Skylight dan Loops

Skylight Social dan Loops mewakili generasi baru media sosial. Kedua platform memprioritaskan otonomi pengguna dibandingkan kontrol terpusat. Skylight, diluncurkan pada tahun 2025, beroperasi pada Protokol AT, memungkinkan transfer data tanpa batas antara jaringan yang kompatibel seperti Bluesky. Ini berarti Anda dapat memindahkan pengikut dan konten Anda tanpa terkunci pada platform mana pun.

Loops mengambil langkah lebih jauh dengan desain sumber terbuka dan integrasinya dengan ActivityPub, memungkinkan pengeposan silang ke Mastodon dan Pixelfed. Daya tariknya jelas: jika satu platform gagal, konten Anda akan bertahan. Para pendiri Loops dan Skylight saat ini sedang menghadapi masalah skalabilitas, karena permintaan tumbuh lebih cepat daripada yang dapat didukung oleh infrastruktur.

Pemain Mapan: Instagram, Facebook, dan Snapchat

Reel Instagram dan Reel Facebook menyediakan wilayah yang familier bagi mantan pengguna TikTok. Keduanya memungkinkan video berdurasi hingga 90 detik dan menawarkan alat pengeditan serupa. Integrasi yang dimiliki Meta memungkinkan pengeposan silang yang mudah, memaksimalkan jangkauan.

Snapchat Spotlight juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan total waktu menonton meningkat lebih dari 125% dari tahun ke tahun. Snapchat memberi insentif kepada pembuat konten dengan hadiah uang tunai melalui Snap Crystals, sehingga mendorong pembuatan konten di platformnya.

Opsi yang Muncul: Skylight dan Xiaohongshu (RedNote)

Skylight Social, sebuah platform Australia, dengan cepat menjadi terkenal, menduduki peringkat No. 2 di antara aplikasi gratis di Apple Store. Desain hibridanya – memadukan elemen Twitter dan Instagram – menarik khalayak luas. Namun, pendiri Issam Hijazi mengakui bahwa platform tersebut “meningkatkan kapasitasnya” untuk menangani lonjakan penggunaan.

Xiaohongshu (RedNote), yang dikenal sebagai “TikTok Tiongkok,” telah mendapatkan daya tarik di kalangan pengguna AS menyusul pembatasan pada TikTok. Aplikasi gaya hidup ini menggabungkan fitur dari Pinterest dan Instagram, menawarkan ekosistem budaya dan konten yang berbeda.

Mengapa Ini Penting

Fragmentasi video berdurasi pendek bukan hanya tentang memilih aplikasi lain. Hal ini mencerminkan meningkatnya ketidakpercayaan terhadap raksasa media sosial yang tersentralisasi. Platform yang terdesentralisasi menjanjikan kontrol yang lebih besar atas data dan konten, sementara pemain mapan memanfaatkan infrastruktur yang ada untuk mempertahankan pengguna. Pergeseran ini juga menyoroti semakin pentingnya kompatibilitas lintas platform, karena pengguna menuntut portabilitas dan menghindari vendor lock-in.

Pada akhirnya, pilihannya bergantung pada prioritas: kemudahan penggunaan (Meta), imbalan pembuat (Snapchat), atau kepemilikan data (Skylight dan Loops). Perjuangan untuk mendominasi video berdurasi pendek masih jauh dari selesai, dan pengguna kini memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan sebelumnya.