Anthropic Memperkenalkan ‘Mythos’: Model AI Kuat yang Dirahasiakan dari Publik untuk Mencegah Ancaman Dunia Maya

9

Anthropic, pengembang kecerdasan buatan terkemuka, telah mengumumkan pembuatan model baru yang disebut Claude Mythos Preview. Namun, sebagai sebuah langkah yang menandakan perubahan dalam cara pengelolaan AI berkemampuan tinggi, perusahaan telah memutuskan untuk tidak merilis model tersebut ke masyarakat umum.

Sebaliknya, Anthropic membatasi akses ke kelompok khusus yang terdiri dari para pemimpin industri untuk mengatasi kekhawatiran yang semakin besar: potensi AI canggih untuk digunakan sebagai senjata perang siber.

Project Glasswing: Koalisi Defensif

Daripada meluncurkannya dalam skala besar, Anthropic menerapkan Mythos melalui konsorsium yang dikenal sebagai Project Glasswing. Grup ini terdiri dari lebih dari 40 pemain teknologi utama, termasuk:

  • Raksasa Teknologi: Apple, Amazon, Microsoft, dan Google.
  • Penyedia Perangkat Keras & Infrastruktur: Cisco dan Broadcom.
  • Penjaga Sumber Terbuka: Linux Foundation.

Tujuan dari koalisi ini adalah untuk menggunakan kemampuan penalaran tingkat lanjut dari model tersebut untuk mengidentifikasi dan menambal kerentanan keamanan pada perangkat lunak dan infrastruktur penting sebelum dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan. Untuk mendukung inisiatif ini, Anthropic memberikan komitmen hingga $100 juta dalam bentuk kredit penggunaan Claude untuk proyek ini.

Mengapa Ini Penting: “Perhitungan” AI

Keputusan untuk menyembunyikan Mythos dari publik menyoroti meningkatnya ketegangan dalam industri AI: keseimbangan antara inovasi dan keselamatan. Ketika model menjadi lebih mampu memahami kode yang kompleks, model tersebut menjadi teknologi penggunaan ganda. Meskipun dapat membantu pengembang mengamankan perangkat lunak, mereka juga dapat digunakan oleh peretas untuk menemukan kerentanan “zero-day”—kelemahan yang tidak diketahui oleh pembuat perangkat lunak.

Kepemimpinan Anthropic menunjukkan bahwa kita sedang mendekati titik balik penting dalam keamanan siber.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan para pelaku yang baik langkah awal dalam proses mengamankan infrastruktur dan kode sumber terbuka dan swasta,”
Jared Kaplan, Kepala Staf Sains Antropik

Logan Graham, kepala tim pengujian keamanan Anthropic, menggambarkan pelepasan ini sebagai “perhitungan” bagi industri. Hal ini menyiratkan bahwa metode keamanan perangkat lunak yang ada saat ini mungkin tidak lagi memadai di era di mana AI dapat mengotomatiskan penemuan eksploitasi yang kompleks.

Pergeseran dalam Tata Kelola AI

Dengan membatasi Mythos hanya pada sekelompok “aktor baik” yang telah diperiksa, Anthropic mencoba memberikan preseden tentang bagaimana “model perbatasan”—AI yang memiliki kemampuan yang berpotensi berbahaya—harus ditangani. Pendekatan ini beralih dari model tradisional “pelepasan terbuka” menuju strategi pertahanan kolaboratif yang lebih terkendali.

Langkah ini menimbulkan pertanyaan penting bagi masa depan industri ini:
– Akankah pengembang AI lain mengikuti model terbatas ini untuk alat berkemampuan tinggi?
– Dapatkah konsorsium swasta secara efektif melindungi infrastruktur digital global?
– Bagaimana kesenjangan antara “AI defensif” dan “AI ofensif” akan berkembang?


Kesimpulan
Keputusan Anthropic untuk membatasi Claude Mythos menandakan era baru pengembangan AI di mana kekuatan untuk mengamankan perangkat lunak dipandang terlalu berbahaya untuk diserahkan kepada masyarakat umum. Melalui Project Glasswing, perusahaan berupaya membangun perisai pertahanan agar tetap selangkah lebih maju dari ancaman dunia maya yang didorong oleh AI.